modul 4 jarkom
LAPORAN
PRAKTIKUM
JARINGAN
KOMPUTER
(MODUL
4)
“VLAN Trunking ”
DISUSUN
OLEH:
GALIH
ADAM FIRDAUS
SINFC-2019-03
(20190910096)
UNIVERSITAS
KUNINGAN
PRODI
SISTEM INFORMASI
2019-2020
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Trunking pada Port Switch
VTP (VLAN Trunking Protokol) adalah
adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah
ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain
mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk
menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN.
VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran
switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch
skala besar yang meliputi beberapa
Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu broadcast
domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup
beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada
bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang
port per VLAN.
Trunk link tidak dibuat untuk satu
VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati
antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk
menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun
dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah
dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk
membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode
untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
Sebenarnya fungsi dari VTP adalah
memudahkan Jaringan yang mengakomodir dan network administrator dalam mengelola
semua VLAN yang berskala besar dan telah dikonfigurasikan pada sebuah
internetwork switch. Dalam artian bahwa dengan menggunakan fasilitas VTP,
memungkinkan seorang jaringan atas untuk menambah, mengurangi, dan mengganti
VLAN, dimana informasi VLAN tersebut kemudian disebarluaskan ke semua switch
lainnya di domain VTP tersebut.
Sebuah VLAN Native ditandai dengan
sebuah port trunk 802.1Q. Sebuah port trunk 802.1Q mendukung traffic dari banyak
VLAN sama seperti traffic yang tidak berasal dari sebuah VLAN. Trunk adalah
link point-to point diantara satu atau lebih interface ethernet device jaringan
seperti router atau switch. Trunk Ethernet membawa lalu lintas dari banyak VLAN melaluli link tunggal.
Sebuah VLAN trunk mengijinkan kita untuk memperluas VLAN melalui seluruh
jaringan. Jadi link trunk digunakan untuk menghubungkan antar device
intermediate. Dengan menggunakan port trunk, dapat digunakan sebuah link fisik
untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah port pada Switch Cisco
Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan
untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic
trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran cisco. Switch
dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya
jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP
mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu : Trunk,
Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.
1.2
Rumusan Masalah
Dari
dasar teori diatas, rumusan masalah yang akan dibahas pada laporan ini adalah
mengenai VLAN TRUNKING
1.3
Maksud Dan Tujuan
·
Mahasiswa
memahami tentang fungsi TRUNK pada VLAN
·
Mahasiswa
mampu mendesain jaringan dengan menerapkan VLAN TRUNKING
·
Mahasiswa
mampu melakukan trouble shooting basic VLAN
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan
Dengan menggunakan simulator cisco
packet tracer, buat jaringan sesuai dengan desain berikut ini :
Setelah kita desain jaringannya,
kita buat setting IP Address pada setiap PC
PC 0 IP ADDRESS : 10.10.10.10 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 1 IP ADDRESS : 10.10.10.11 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 2 IP ADDRESS : 10.10.10.12 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 3 IP ADDRESS : 10.10.10.13 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 4 IP ADDRESS : 10.10.10.14 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 5 IP ADDRESS : 10.10.10.15 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 6 IP ADDRESS : 10.10.10.16 |
SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 7 IP ADDRESS : 10.10.10.17 | SUBNET
MASK : 255.255.255.0
Tampak pada tiap switch terdapat
dua VLAN yaitu VLAN SERVER dan VLAN ADMIN.
Pada praktikum akan dipraktekan
supaya PC yang berada dalam VLAN yang sama meskipun terpisah secara fisik pada
switch yang berbeda tetapi masih bisa digabungkan menggunakan metode trunking
yang dilewatkan ke interface Fa0/24 sehingga bisa saling berkomunikasi.
2.2 Konfigurasi VLAN
Sesuaikan konfigurasi di switch
dengan tabel berikut :
Switch0
|
SWITCH PORT RANGE
|
VLAN ID/Number
|
NAME
|
INTERFACE
METHOD
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
10
|
SERVER
|
Access
|
|
Fa 0/11
– Fa 0/20
|
20
|
ADMIN
|
Access
|
|
Fa 0/21
– Fa 0/24
|
ALL
|
Trunk
|
Switch1
|
SWITCH PORT RANGE
|
VLAN ID/Number
|
NAME
|
INTERFACE
METHOD
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
10
|
SERVER
|
Access
|
|
Fa 0/11
– Fa 0/20
|
20
|
ADMIN
|
Access
|
|
Fa 0/21
– Fa 0/24
|
ALL
|
Trunk
|
Setelah semuanya selesai, lakukan
testing koneksi dengan menggunakan tool ping dari PC 0 dan PC 2 ke semua PC di
jaringan dan tuliskan hasilnya di tabel berikut :
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
PC 0
-> PC 1
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 0
-> PC 4
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 0
-> PC 5
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 0
-> PC 2
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 0
-> PC 3
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 0
-> PC 6
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 0
-> PC 7
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
PC 2
-> PC 3
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 2
-> PC 6
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 2
-> PC 7
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 2
-> PC 0
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 2
-> PC 1
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 2
-> PC 4
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 2
-> PC 5
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
2.3 Tugas
1. Tambahkan
sebuah switch ke jaringan, atur konfigurasi VLAN sesuai dengan switch yang
lain. Sambungkan UPLINK antar switch dengan metode Trunking!
2. Tambahkan
dua buah PC untuk mewakili VLAN SERVER dan VLAN ADMIN (sambungkan ke switch
port yang baru ditambahkan)!
Berikut ini adalah tampilan desain Switch
dan 2 buah PC yang sudah ditambahkan
Hasil testing ping IP address
Setting IP Address kedua PC tersebut
PC 8 IP ADDRESS : 10.10.10.18 | SUBNET
MASK : 255.255.255.0
PC 9 IP ADDRESS : 10.10.10.19 | SUBNET
MASK : 255.255.255.0
Dan Tambahkan VLAN SERVER & ADMIN pada
Switch yang baru
3.
Testing Komunikasi dari PC 0 dan PC 2 ke PC yang ditambahkan! Tuliskan hasilnya di tabel!
Berikut adalah hasil testing koneksi
:
PC 0
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
PC 0
-> PC 1
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
PC 0
-> PC 2
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 0 -> PC 3
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 0 -> PC 6
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
VTP
(VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu
atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan.
Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN
dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi
VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2
yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama
dalam lingkungan switch skala besar yang
meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN
merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita
kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan
dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan
switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Sebuah
port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking
tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan
dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah
protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP
mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode
trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode
trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.




Komentar
Posting Komentar