modul 5
LAPORAN
PRAKTIKUM
JARINGAN
KOMPUTER
(MODUL
5)
“INTERVLAN ROUTING”
DISUSUN
OLEH:
GALIH ADAM FIRDAUS
SINFC-2019-03
(20190910096)
UNIVERSITAS
KUNINGAN
PRODI
SISTEM INFORMASI
2019-2020
DASAR TEORI
Satu VLAN adalah satu broadcast
domain, sehingga satu buah komputer di sebuah VLAN tidak dapat terkoneksi
dengan komputer yang berbeda VLAN. Agar komputer yang berbeda VLAN dapat
terkoneksi maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router. Persyaratan router
yang dapat dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat
trunking ke switch. Oleh karena itu, router-nya harus tersedia interface
fastethernet, selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung
trunking. Cirinya adalah interface-nya bisa dibuat subinterface, dan mendukung
enkapsulasi ISL serta DOT1Q. Inter-VLAN routing adalah proses mem-forward
traffic network dari satu VLAN ke VLAN lain menggunakan router. VLAN
diasosiasikan dengan ip subnet yang unik pada network. Konfigurasi subnet akan
memfasilitasi proses routing pada lingkungan beberapa VLAN. Ketika kita
menggunakan router untuk memfasilitasi inter-VLAN routing, interface pada
router dapat dihubungkan dengan VLAN yang berbeda. Setiap device pada VLAN
tersebut mengirimkan traffic melalui router untuk mencapai VLAN lain.
Secara tradisional LAN routing
menggunakan router dengan beberapa interface physical. Setiap interface harus
dihubungkan dengan network yang berbeda dan dikonfigurasikan dengan subnet yang
berbeda. Dalam network tradisional yang menggunakan beberapa VLAN, untuk
mensegmentasi network traffic menjadi broadcast domain logical, routing
ditunjukkan dengan menghubungkan interface physical router yang berbeda ke
port physical switch yang berbeda pula. Port
switch terhubung dengan router dalam
mode interface port. Setiap router
interface kemudian dapat menerima traffic dari VLAN yang telah diasosiasikan
dengan switch interface yang terhubung, dan traffic dapat di routing ke VLAN
lain yang terhubung dengan interface lain.
Inter-VLAN routing secara
tradisional mengharuskan beberapa interface physical pada kedua router dan switch. Bagaimanapun
juga, tidak semua konfigurasi inter-VLAN routing mengharuskan beberapa physical
interface. Beberapa router software memperbolehkan konfigurasi router sebagai
link trunk. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya inter-VLAN routing. Router
on a stick adalah salah satu jenis konfigurasi
router yang mana sebuah interface
physical me-routing traffic antara beberapa VLAN pada network. Router interface
dikonfigurasikan untuk beroperasi
sebagai link trunk dan terhubung dengan sebuah port switch dalam mode
trunk. Router menunjukkan inter-VLAN routing dengan menerima traffic VLAN yang telah
di tag pada interface trunk dari switch dan secara internal me-routing antar
VLAN menggunakan sub-interface. Kemudian router akan mem-forward traffic VLAN
yang di tag menuju VLAN tujuan pada interface physical yang sama. Sub-interface
adalah beberapa interface virtual yang diasosiasikan dengan interface physical.
Sub-interface ini dikonfigurasikan
dengan software pada router yang
secara independent dikonfigurasikan
dengan ip address dan VLAN untuk beroperasi pada VLAN tertentu.
Sub-interface dikonfigurasikan untuk beberapa subnet yang berbeda namun
berhubungan dengan VLAN lain yang memfasilitasi routing secara logical
sebelum frame data di tag VLAN dan
dikirimkan ke physical interface.
PEMBAHASAN
DESAIN
JARINGAN
Desain
jaringan untuk praktikum interVLAN routing sesuai dengan tampilan berikut ini :
KONFIGURASI
IP PADA PC
Detail
konfigurasi IP Address untuk tiap PC dan pengaturan port pada switch sesuaikan
dengan data berikut :
1.
PC0 kita berikan IP 10.10.10.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 dan gateway nya
10.10.10.1
2.
PC1 kita berikan IP 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 dan gateway
nya 192.168.1.1
3.
Untuk switch0 kita atur VLAN nya dengan menambahkan VLAN 10 ADMIN dan VLAN 20
PUBLIC. Kemudian atur setiap port interface nya Fa 0/1 - Fa 0/10
10.10.10.2/255.255.255.0 untuk VLAN ADMIN dan Fa 0/11 - FA 0/20
192.168.1.2/255.255.255.0 untuk VLAN PUBLIC.
KONFIGURASI
VLAN, SUBINTERFACES DAN IP PADA ROUTER
1.
Lakukan konfigurasi Interface pada router dengan menggunakan CLI (Command Line
Interface)
Tekan
enter kemudian ketikan enable. Setelah itu hidupkan Fa 0/0 yang akan digunakan
untuk membuat sub interface untuk VLAN. Berikut perintahnya :
Router#
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0
Router(config-subif)#no
shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#
2.
Perintah untuk membuat VLAN ADMIN dan VLAN PUBLIC, berikut perintahnya :
Router#vlan
database
Router(vlan)#Vlan
10 name ADMIN
Router(vlan)#Vlan
20 name PUBLIC
Router(vlan)#exit
Router#
3.
Perintah untuk membuat sub-interface Fa 0/0.10 dan memberi ip address pada
sub-interface Fa 0/0.10 untuk vlan 10, berikut perintahnya :
Router#
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation
dot1Q 10
Router(config-subif)#ip
address 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no
shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#
4.
Perintah untuk membuat sub-interface Fa 0/0.20 dan memberi ip address pada
sub-interface Fa 0/0.20 untuk vlan 20, berikut perintahnya :
Router#
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation
dot1Q 20
Router(config-subif)#ip
address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no
shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#
Sehingga
Switch dan Router bisa saling terhubung seperti gambar berikut :
UJI COBA
HASIL KONFIGURASI
Untuk
menampilkan hasil konfigurasi, ketikan perintah sebagai berikut :
Router#show
ip route
maka
hasilnya adalah sebagai berikut :
kemudian
setelah tampil subnet yang terpakai serta interface Fa0/0.10 Fa0/0.20
terkoneksi, maka selanjutnya adalah melakukan tes koneksi antar menggunakan PC
menggunakan perintah Ping pada CMD. Maka hasilnya adalah sebagai berikut :
PC0
<=> PC0 (10.10.10.1)
Hasil
: "Terkoneksi karena memanggil dirinya sendiri"
PC0
<=> gateway PC0 (10.10.10.1)
Hasil
: "Terkoneksi karena masih dalam satu VLAN"
PC0
<=> PC1 (192.168.1.2)
Hasil
: "Terkoneksi meskipun berbeda VLAN tetapi bisa terkoneksi melalui
perantara ROUTER"
PC0
<=> gateway PC1 (192.168.1.1)
Hasil
: "Terkoneksi antar VLAN melalui perantara ROUTER"
TUGAS
1. Tambahkan sebuahb switch, dan tambahkan dua VLAN yang
sama dengan metode VLAN trunking!
2. Pastikan InterVLAN routing berjalan dengan baik antar
tiap VLAN!
3. Lakukan testing koneksi dengan perintah ping dari PC0!
4. Analisa hasilnya!
Dari
design yang sudah dibuat sebelumnya, kita hanya tinggal menambahkan 2 buah PC
dan 1 buah switch yang kemudian dihubungkan sehingga nantinya bisa saling
berkomunikasi.
Setelah
itu lakukan konfigurasi IP Address pada setiap PC yang baru ditambahkan tadi,
untuk IP nya akan saya berikan seperti berikut :
PC2
IP 10.10.10.4 Subnetmask 255.255.255.0 gateway 10.10.10.3
PC3
IP 192.168.1.4 Subnetmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3
Setelah
memberikan IP pada masing-masing PC selanjutnya mengkonfigurasi VLAN pada
switch yang baru ditambahkan. Untuk VLAN 10 untuk ADMIN dan VLAN 20 untuk
PUBLIC
Setelah
mengkonfigurasi VLAN selanjutnya konfigurasi setiap port interface pada switch
tersebut sesuai VLAN nya.
Setelah
itu konfigurasi subinterface dan IP PC yang baru ditambahkan pada router
menggunakan CLI (Command Line Interface). Perintahnya adalah sebagai berikut :
Router#
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation
dot1Q 10
Router(config-subif)#ip
address 10.10.10.3 255.255.255.0
Router(config-subif)#no
shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#
Router#
Router#configure
terminal
Router(config)#interface
fastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation
dot1Q 20
Router(config-subif)#ip
address 192.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-subif)#no
shutdown
Router(config-subif)#exit
Router(config)#exit
Router#
Kemidian
kita lihat hasil dari konfigurasi dengan perintah :
Router#show
ip route
Hasilnya
adalah sebagai berikut :
Setelah
selesai kita langsung tes koneksi menggunakan Ping dalam CMD dari PC0
PC0
<=> PC2 (10.10.10.4)
Hasil
: "Terkoneksi antar VLAN dengan perantara ROUTER"
PC0
<=> PC3 (192.168.1.4)
Hasil
: "Terkoneksi antar VLAN dengan perantara ROUTER"
STUDI KASUS











































Komentar
Posting Komentar